Postingan

"RENUNGAN"

 COpy PASte Seorang murid meminta maaf kepada guru yang telah difitnahnya. Mendengar itu Sang guru hanya tersenyum sambil bertanya “Apa kau serius?” “Saya serius, Guru" jawab sang Murid Guru terdiam sejenak, Lalu bertanya, “Apakah kamu punya sebuah kemoceng ?” “Ya Guru, saya punya. Apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?” “Ambillah kemoceng dirumahmu dan berjalanlan menuju pondokku sambil mencabuti bulu2 kemoceng itu". Setiap kali kamu mencabut sehelai bulu, ingat2 perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kamu lalui” Setibanya di Pondok Sang Guru, murid menemui Guru dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulu pun. “Guru... bulu2 kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu per satu sepanjang perjalanan. Saya berjalan lebih dari tiga kilo sambil mengingat semua perkataan buruk saya tentang Guru. Maafkan saya, Guru....” Sang Guru terdiam sejenak, lalu berkata, “Kini pulanglah dengan kembali berjalan kaki dan menempuh jalan yang tadi kamu la...

Selayang Pandang Ajaran Setia Hati

Copy-paste Repost" Dalam mengarungi hidup ini saya rasa tidaklah cukup jika kita sebatas mendasarkan diri pada disiplin ilmu yang hanya berorientasi pada "intelektualitas" seperti yang kita dapatkan dari bangku sekolah dasar hingga jenjang perkuliahan. Dengan berderet gelar kesarjanaan akademik dan berbagai titel kecendekiawanan tanpa pernah menyelami ilmu batin dan kebatinan, rasa-rasanya juga belum utuh untuk menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia, atau setidaknya manusia yang belum komplit dalam memberdayakan segenap potensi kemanusiaannya. Sebab dimensi kecerdasan yang ada di dalam diri manusia itu tidak hanya terbatas pada dimensi kecerdasan intelektual (IQ) melainkan ada juga aspek dimensi kecerdasan batin (SQ). Dari perenungan akan hal itulah saya sempat berfikir, saya sebagai pemuda yang dilahirkan di kawasan eks karesidenan Madiun Jawa Timur ini, mungkin adalah sebuah kerugian yang besar jika saya tidak berkesempatan nyantrik bab keilmuan Setia Hati di sa...